belajar naik sepada

Andi berjalan cepat untuk menuju rumah karena perutnya sudah keroncongan.setiba di dapur Andi langsung saja mengambil piring lalu meletakkan nasi dan lauk pauk di atas piring yang sudah diambil tadi.

saat enak-enaknya makan andi melihat kakaknya sedan mengelap-ngelap sepeda yang ada di dekat dapur.setelah selesai makan andi langsung saja menghampiri kakaknya.

“kok ngelap-ngelap sepeda terus kak” tanya andi

“oh…..tak apa-apa ini cobain sepedanya”

“tapi aku kan belum bisa naik sepeda”jawab Andi dengan ragu-ragu

“tak apa-apa nanti aku ajarin” kakaknya meyakinkan.

sebenarnya Andi takut karena baru kali ini Andi akan naik sepeda.  akirnya ketakutan Andi jadi kenyataan. andi diajak kakanya ke lapangan”ayo andi ke lapangan” ajak kakanya sambil menuntun sepada.andi hanya diam dia hanya mengikuti langkah kakaknya saja sambil wajahnya tercucuran keringat karena takut.

tiba di lapangan andi disuruh menaiki sepeda oleh kakaknya sambil sepedanya di pegangin oleh kakaknya”ayo naik” pinta kakaknya”baik kak” jawabnya.lalu andi menaiki sepeda itu terus langsung dituntun oleh kakaknya.perlahan-lahan kakaknya mulai melepasnya “jaga keseimbangan kayuh pedalnya ” teriak kakaknya.diapun gugup dan hanya baru berapa jarak andi sudah terjatuh”aw…”jertnya kesakitan

andi pun terus mencoba untuk menaiki sepeda itu sambil di bantu oleh kakaknya tapi hanya baru berapa meter andi terjatuh.pada saat andi terjatuh untuk yang kesekian kali andi pun mengeluh”ah..aku sudah tak mau lagi naik sepeda kesal……..sakit…semua”keluh andi. lalu kakaknya menghampiri”andi janganlah kau mengeluh sebuah keberhasilan itu berawal dari beberapa kegagalan …ayo semangat andi”kakaknya menasehati.

adzan ashar berkumandang andi dan kakaknya pun pulang untuk melakukan apa yang jadi tanggung jawab mereka yaitu membantu orang tuanya di rumah.

hari-hari berikutnya andi belajar naik sepeda lagi tapi,lagi-lagi andi terjatuh hanya berapa meter setelah di lepas oleh kakaknya.tapi lama-kelamaan andi pun semkin bisa dan pada hari ke 12 latihannya andi pun sudah mahir untuk naik sepada.kini dia bisa tersenyum lega karena usahanya pun tak sia-sia.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s